Posted by: salamatahari on: Juli 6, 2008
dari catatan Mei silam ketika BBM naik
BBM naik lagi ya? Huuuu telat looo…. Lho nggak jadi toh naik bulan Mei ini? Huuu telat lagi looo… Masih tetap nekat naik walau di demo berdarah darah gitu?
“emang gue pikirin”
Ngomong kepada pemerintah, tak ubahnya ngomong dengan tembok tebal tak tahu malu. Karena tembok tentu saja tak ada [...]
Posted by: salamatahari on: April 30, 2008
Mengenang Marsinah dan kematiannya belasan tahun silam adalah mengenang rimba. Berbicara mengenai rimba dan bahasa kekuasannya tentu tak ada nama yang pantas disebut selain macan, singa dan ular-ularan yang licik. Disana tak ada tempat buat kijang, tikus, kecoak atau mahkluk lemah.
Di rimba itu Marsinah tentu saja bukan sejenis macan, singa atau bangsa ular-ularan yang licik. [...]
Posted by: salamatahari on: Maret 5, 2008
Ketika jiwa ini lelah. Lamunanku berlari mundur ke beberapa ratus tahun silam. Dimalam berselimut jubah kegelapan. Anginpun bernyanyi dalam kedinginannya. Seharusnya setiap orang sudah terlelap saat itu. Dengan rasa nyaman dan perut kenyang tentunya. Tapi tidak baginya.
Posted by: salamatahari on: Januari 18, 2008
Ta.
Ketika kau bilang matahari, bulan dan bintang telah kau tetapkan garis edarnya aku langsung sepakat. Karena itu memang memang khalammu. Tapi, eiiit nanti dulu. Tak sepenuhnya sepakat ding. Karena sebenarnya ada sejuta tanya padamu. Setidaknya pertanyaan tentang dimana peranku dalam semesta yang taken for granted itu? Apakah yang olehmu tidak dapat kuubah setidaknya dapat [...]
Posted by: salamatahari on: Desember 26, 2007
Bertemu dengannya di suatu siang. Dia menggunakan baju kaos biru langit lengan panjang dengan garis hitam dan jingga di bagian tangannya. Baju yang memiliki sejarah besar dalam hidupnya. Sejarahnya dimulai pada hari itu. Tanggal 26 Desember 2004 .
SalamTeman