Posted by: salamatahari on: September 2, 2008
Jleeebb…Pesawat televisi dinyalakan.
Seorang presenter sedang membawakan sebuah acara infotainment. Acara ini dikenal dengan para presenter yang membawakan berita dengan sangat ekspresif. Bibir maju kedepan, intonasi suara yang tegas dan tentunya di tambah backsound yang terkadang hanya untuk mendramatisir suasana saja.
“Dengan datangnya Ramadhan banyak artis yang harus mengurangi kegiatan Dugem yang biasa mereka lakoni. Mari ikuti penulusaran kami terhadap beberapa artis dalam menyambut Ramadhan dan kegiatan Dugem mereka”.
Kemudian sebuah wawancara dengan seorang artis di sebuah café berlangsung. Si artis duduk bersama temannya. Aneka makanan dan minuman bertabur di meja mereka. Suara tawapun terdengar disela suara musik yang keras.
“Bagaimana tanggapan mbak dengan pembatasan jam malam di tempat-tempat hiburan malam?” Tanya sang reporter.
“Ya kita ikuti sajalah. Walau saya terpaksa mengurangi kegiatan dugem bersama teman-teman. Kita kumpul ini hanya iseng saja kok. Setelah sibuk seharian di tempat kerja maka kita refreshing disini. Sekedar ngobrol, makan , atau hanya minum. Nantinya setelah ini kita lanjutkan lagi ke diskotik” jawab si artis sambil menampilkan senyum manisnya.
Jleeebb…channel diganti.
“Dikarenakan hujan yang terus menerus, sejumlah desa di Kabupaten Subulus Salam Nanggroe Aceh Darussalam terendam banjir. Banjir ini mengakibatkan putusnya jalan yang menguhubungkan Subulus Salam dan Medan. Putusnya jalan akibat banjir membuat pengiriman bantuan makanan tidak dapat sampai ke tangan korban. Padahal tinggal beberapa hari lagi umat muslim memasuki Ramadhan” ujar seorang reporter membawakan berita.
Tampak air menggenangi sebuah rumah dengan tinggi 3/4 dari rumah tersebut. Sebuah perahu yang berisi seorang ibu yang sedang menggendong anaknya tampak baru saja di evakuasi dari atap rumahnya. Didalamnya juga terdapat seorang kakek yang tergolek lemas karena sudah seharian tidak makan. Beberapa lainya masih menunggu untuk di evakuasi dari atap-atap rumah mereka. Tak ada yang harta yang dapat di selamatkan.
Jleeebb…televisi dimatikan.
khas negri ini, ya to bu ?
September 2, 2008 pada 8:06 pm
Jleb , ternyata mati listrik.