Posted by: salamatahari on: Juli 6, 2008
BBM naik lagi ya? Huuuu telat looo…. Lho nggak jadi toh naik bulan Mei ini? Huuu telat lagi looo… Masih tetap nekat naik walau di demo berdarah darah gitu?
“emang gue pikirin”
Ngomong kepada pemerintah, tak ubahnya ngomong dengan tembok tebal tak tahu malu. Karena tembok tentu saja tak ada daun telinganya buat mendengar ditambah lagi syaraf malunya soak. Dus, karena dari sononya tak bertelinga maka agar kita tetap sehat, lebih baik jangan berharap apapun. Rakyat biar saja mampus, biar saja ibu-ibu berteriak anaknya kelaparan, biar saja bapak-bapak setengah mati pontang panting cari utangan, biar saja… biar saja…
“emang gue pikirin”
Lalu apa setelah BBM naik kali ini. Tak ada. Naik? Ya naik begitu aja. BBM naik, tak ubahnya seperti kentut. Berbau tapi tak bisa ditolak menerjang hidung. Penyelamatan APBN? Kata mereka. Heiii!!!! yang harus diselamatkan itu kami, anak-anak kami, bayi-bayi kami yang menjerit minta ASI sementara payudara-payudara istri kami telah kerontang tak mengalir karena mereka juga kurang makan. Ya, rakyat seperti kamilah yang harus diselamatkan. Bukan segala itung-itungan sialan itu. Tetapi kalau APBN kolaps, ekonomi runtuh, rakyat juga yang sengsara? Sengsara dari Hongkong, yang jelas kami sudah sengsara karena kalian nekat naikkan BBM kami.
“emang gue pikirin”
BBM kita diSubsidi makanya nggak sehat? Halah itu istilah basi boss! Ngomong sana kalian sama anak TK yang baru tahu apa maksudnya subsidi. Lha kan begitu itungannya? Stoppppp!!! Kemana 977 bph yang kita keluarkan dari perut bumi itu? Kemanaaaaa gw tanya!!! Masuk kanthong jin iprit? Kan produksi minyak kita nggak cukup untuk kebutuhan sendiri? Itu urusan eluu… makanya kalian kami gaji. Kalian itu digaji bukan untuk sengsarakan kami. Kita nggak ada duit lagi buat nalangin BBM bila minyak dunia terus naik?
“emang gue pikirin”
turun kok, pertamax. jadi Rp 6.800.
tapi, malah jadi parno.. jangan-jangan menurunkan harga pertamax karena premium mau dicabut?? :p *apatis bener ya saya ke negara?*
Juli 7, 2008 pada 7:06 pm
Ya udah, kamu jadi presiden aja.